Pages

Rabu, 21 September 2011

Pesawat-pesawat tercanggih


F-117A Nighthawk adalah pesawat serang darat siluman yang hanya dimiliki oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini adalah hasil dari program pesawat siluman Lockheed Have Blue, dan merupakan pesawat pertama yang dirancang khusus untuk menggunakan teknologi siluman.

Ini adalah F-35, Pesawat tempur generasi ke 5, produksi kerjasama Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan BAE Systems. Pesawat super canggih ini mempunyai kapabilitas "Stealth", tidak akan terlihat di radar lawan. Jumlah persenjataan dan amunisi yang bisa dibawanya pun lebih bayak dibanding pesawat-pesawat tempur generasi sebelumnya, seperti F-16 dan F-18.

Pesawat F-22 ini dirancang pada 1980 an dengan kemampuan menyusup bak siluman.Ketika Perang Dingin berakhir, pesawat F-22 menjadi satu-satunya pesawat tempur tercanggih di dunia. Namun, karena besarnya biaya perawatan dan masalah software, program pengadaan pesawat ini terancam. Bahkan Kongres nyaris menghentikan proyek pengembangan pesawat ini.

Supra x 125 helm-in

Belum lama berselang AHM melaunching Honda Blade 2011, Honda yang dalam hal ini AHM kembali mengeluarkan Varian baru yang termasuk mayor change dari seri sebelumnya. Adalah Supra x 125 helm in yang dirombak habis modelnya. New Supra x 125 Helm-in ini dilaunching tanggal 14 September 2011 bertempat di JCC beberapa waktu yang lalu.
Honda Supra X Helm in
- Panjang X lebar X tinggi : 1.932 x 711 x 1.092 mm
- Jarak Sumbu Roda : 1.258 mm
- Jarak terendah ke tanah : 135 mm
- Bagasi Super besar 19, 5 Liter
- Tipe rangka : Tulang punggung
- Tipe suspensi depan : Teleskopik
- Tipe suspensi belakang : Lengan ayun dengan sokbreker ganda
- Ukuran ban depan : 70/90 -  17 M/C 38P
- Ukuran ban belakang : 80/90 -  17 M/C 44P
- Rem depan : Cakram hidrolik, dengan piston tunggal
- Rem belakang : Cakram hidrolik, dengan piston tunggal
- Kapasitas tangki bahan bakar : 5.6 liter
- Tipe mesin : 4 langkah SOHC
- Diameter x langkah : 52.4 x 57.9 mm
- Volume langkah : 124.8 cc
- Perbandingan Kompresi : 9.3:1
- Daya Maksimum : 9.6 PS / 7.500 rpm
- Torsi Maksimum : 1.08 kgf.m / 5.500 rpm
- Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 0.7 liter pada penggantian periodik
- Kopling Otomatis : Ganda, otomatis, sentrifugal, tipe basah
- Gigi Transmsi : 4 kecepatan rotari / bertautan tetap
- Pola Pengoperan Gigi : N- 1- 2- 3- 4- N (rotari)
- Starter : Pedal dan elektrik
- Aki : MF 12 V -  3.0 Ah
- Busi : ND U20EPR9, NGK CPR6EA- 9
- Sistem Pengapian : DC- CDI, Battery
-Harga : Rp 15,600,000
ADVERTISEMENTS


Kamis, 15 September 2011

Pesawat Tempur AS Dikemudikan Pakai Mouse



VIVAnews - Umumnya, untuk menerbangkan pesawat militer berteknologi terkini, para penerbang harus memiliki kemampuan dan pengetahuan khusus yang tinggi agar dapat memaksimalkan seluruh kemampuan pesawat tempur yang ia tunggangi.
Belakangan, sistem tak berawak telah membebaskan pilot dari kewajiban mengendarai pesawat dan melakukan misi tempur berbahaya walau pilot dengan kemampuan tertentu tetap harus berada di kemudi, meski dari jarak jauh.
Namun itu akan segera berakhir. Sistem pesawat tempur eksperimen yang sedang dikembangkan angkatan laut AS bersama Northrop Grumman yakni X-47B tidak akan dikemudikan oleh pilot dari jarak jauh. Ia hampir seluruhnya diterbangkan secara otomatis.
Keterlibatan manusia tidak lagi menggunakan kokpit jarak jauh, cukup hanya sebatas mengklik pada mouse saja.
"X-47B akan dipiloti tidak oleh manusia dalam kokpit jarak jauh, melainkan oleh 3,4 juta baris kode program," kata Janis Pamiljans, Vice President Northrop yang menangani teknologi Unmanned Combat Air System Demonstration, seperti dikutip dari Wired, 13 April 2011.
Pamiljans menyebutkan, fungsi-fungsi lainnya bisa ditangani oleh personel yang bukan pilot karena mereka hanya perlu sekali klik mouse untuk menyalakan mesin, satu klik untuk memacu pesawat, satu klik untuk tinggal landas, dan lain-lain.
Namun demikian, menurut Jaime Engdahl, seorang kapten pilot penerbang angkatan laut menyatakan, ada satu hal yang perlu dipelajari lebih lanjut yakni mendaratkan pesawat di kapal induk yang sedang berlayar di laut. "Pendaratan seperti ini sangat spesial dan sangat spesifik. Untuk itu aspek otomatis pada pesawat ini harus disesuaikan dengan tiap kondisi," ucapnya.
Hal lain yang juga perlu diuji coba secara mendalam adalah seputar persenjataan. Sebagai informasi, pesawat ini mampu membawa senjata dengan bobot hingga 2,25 ton. Padahal, kata Engdahl, pesawat ini menggunakan autopilot selama 100 persen durasi penerbangan.

• VIVAnews