Pages

Minggu, 11 September 2011

Kawasaki ER6N vs Ducati Monster 696

Ducati Menempatkan Monster 696 sebagai produk entry level
Dobrakan vs Prestise
Kehadiran Kawasaki ER6N di tanah Air lewat KMI akan langsung berhadapan dengan sang penguasa entry level Streetbike, Ducati Monster 696. Nah kali ini konsumen langsung dihadapkan realitas bahwa pilihan mereka antara dua, Kawasaki ER6 yang tak lain adalah Dobrakan ATPM KMI atau Prestise khas motor Italy. Meski jelas jelas keduanya bukan Streetfighter, melainkan streetbike namun keduanya merupakan entry level bagi segmen 600cc.

Yang diberi BOLD lebih unggul. Harga ER6N merupakan estimasi
Price Dont Lie … Ducati Monster unggul diseluruh komparasi … kecuali harga 
:mrgreen:Membandingkan antara Kawasaki ER6N vs Ducati Monster 696 ibarat membandingkan antara Yakuza vs Mafia. Biasanya di dalam brandnya keduanya berasal dari kelas yang sama. Nyatanya tidak, karena di Kawasaki ER6N merupakan line up mid-end alias menengah, sebaliknya Monster 696 merupakan anak bontot di keluarga ducati. Namun ketika dibadingkan head to head bisa dibilang Ducati unggul disemua lini. Mulai dari performa (Tenaga, Torsi hingga power to weight ratio) ergonomis seperti bobot dan suspensi (Upside down) hingga piranti keselamatan yang sudah menggunakan Brembo Radial. Jika ingin mencari dimana Kawasaki ER6N bisa mengungguli Monster 696 maka ER6N akan unggul pada komparasi harga, dan pada komparasi ini memang sudah tradisi bahwa Ducati selalu “kalah” kalo bicara harga
Nasib ER6N bakal beda dengan ZX6-R …
Pertempuran  kelas Moge, beda dengan kelas Konvensional
Sebagai seorang ganteng  yang udah lebih dari 5 tahun malang melintang di dunia moge, balik lagi mbah tekankan beda, beda banget dengan dunia motor konvensional. Karena di segmen ini Tampilan, Harga dan jaringan 3S nggak menjadi parameter kemenangan. Selera, Prestis, Performa dan Komunitas lagi lagi bermain. Itu sebabnya di Indonesia hanya beberapa line up dari setiap brand yang mampu berkibar. Balik lagi ke ER6N vs Monster 696, berdasarkan catetan mbah, sejak 2010 30% konsumen Ducati   adalah bekas pemakai Ninja 250R. Sedangkan lebih dari 50% pemakai Supersport – Superbike jepang yang aktif dalam komunitas resmi pernah menjadi biker Ninja 250R. Namun ironisnya diantara 4 line up favorit Supersport Jepang, Kawasaki ZX6-R merupakan yang paling kurang diminati. Tetapi Kasus yang berbeda akan dialami oleh ER6N. Dengan selisih sekitar 80 jeti dengan Ducati Monster 696 peluang ER6N untuk berkibar cukup besar, karena sudah rahasia umum banyak bikers moge mengkombinasikan antara brand Ducati dengan jepang, semisal Monster 696 dengan YZF R1 atau kenapa tidak 1198SP dengan ER6N … why not?

0 komentar:

Posting Komentar