Pages

Minggu, 19 Juni 2011

LEXAM VS REVO AT


Rana baru Bebek Tanpa Gigi menjadi awal dari kelanjutan perang Padang Kurusetra dari kerajaan kepakan sayap dan garpu tala di tahun kelinci emas ini!

eyanxjendral.com - Genderang Perang telah ditabuh Yamaha melalui pengenalan Yamaha Lexam pada 14 Januari 2011 lalu. Artinya Honda Revo AT tidak lagi menjadi satu-satunya kontestan di kelas “skutik bebek” yang merupakan rana baru market roda dua di Indonesia.

Strategi Harga yang Berbalik
Strategi terbaru dari pabrikan "kepakan sayap" versus "garpu tala" dalam menetapkan harga sejak 2010 merupakan hal yang unik untuk diperhatikan. Sekedar menyegarkan ingatan, sebelum tahun 2010, harga produk Yamaha umumnya masih di bawah Honda untuk kelas yang sama. Kini atmosfer telah berubah. Simak saja data terbaru dimana harga Yamaha Lexam dipatok pada angka Rp 16,4 juta. Atau sekitar Rp 600 ribu lebih mahal dibanding Honda Revo AT yang ditempeli stiker harga Rp 15,8 juta.

Jika dicermati fenomena ini mulai berlangsung sejak tahun 2010 lalu. Mulai dari Yamaha Xeon yang berada di atas harga Honda Vario, lalu Yamaha Byson berada di atas harga Honda New Mega Pro. Ada apakah?
EJ coba bermain asumsi. Pertama dari sudut pandang pabrikan “garpu tala”. Yamaha nampaknya mulai percaya diri, bahwa nama dan kualitas produknya memang telah setara dengan Honda. Argumentasi kedua, penetapan harga Yamaha tetap dalam rana “normal” atau sebagaimana strategi mereka selama ini, namun Honda yang justru menetapkan strategi terbalik dengan menekan harga.
Dari sudut pandang Honda, EJ berasumsi pabrikan “kepakan sayap” ini mulai menyadari jika pabrikan “garpu tala” harus diberi kewaspadaan ekstra. Pertarungan ketat, khususnya pada dua tahun terakhir (2009 – 2010) harus diakui mencekam dan berlangsung dengan tempo tinggi. Hanya Indonesia sebagai negara di kawasan Asia Tenggara, dimana Yamaha melakukan perlawanan super ketat. Implikasinya, Honda berani “menurunkan” ego harga. Tujuannya pasti untuk meroketkan angka penjualan di tahun 2011 ini.
Indikasi terakhir ini bisa dilihat dari target kedua pabrikan ini di tahun 2011. Honda mematok angka 4,1 juta unit, sementara Yamaha agak low profile “hanya” di angka 3,6 juta unit.

Pertarungan Awal: Honda Revo AT vs Yamaha Lexam 
“Market di kelas moped atau bebek matik nantinya akan membentuk segmentasi baru. Dalam arti bukan peralihan dari skutik atau bebek biasa. Karakternya akan seperti waktu skutik pertama kali diperkenalkan di Indonesia dulu,” ungkap Paulus S. Firmanto, General Manager PT. YMKI, pada EJ saat event Yamaha di Bali di pertengahan November 2010 lalu.

Honda Revo AT

Strategi dan manuver. Rasanya ini idiom yang pas menggambarkan kebijakan PT Astra Honda Motor (AHM) pada tanggal 20 Juli 2010. Pabrikan motor berlambang “kepakan sayap” ini mendaulat diri sebagai produsen motor pertama di Indonesia yang meluncurkan motor bebek bertransmisi otomatis.
Sepeda motor baru Honda ini menggunakan mesin 4-tak 110cc, dengan teknologi EFT (Efficient & Low Friction Technology) yang berfungsi untuk meminimalkan gesekan antar komponen mesin. Selain itu, mesin Honda Revo AT juga dilengkapi dengan teknologi sistem Fuel Injection baru generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter. Sistem ini disebut membuat kinerja mesin lebih optimal dan tahan lama, konsumsi bahan bakar lebih hemat, serta gas buang yang memenuhi standar Euro2.
Mesin Honda Revo AT mengadopsi sistem pendingin ganda, yaitu pendingin udara untuk CVT (Continuously Variable Transmission) dan pendingin ruang mesin dengan oli sama seperti mesin motor bebek. Sistem ini efektif untuk mengurangi panas dalam mesin, sehingga temperatur tetap stabil terutama macet dan perjalanan jauh. Posisi lubang untuk pendingin udara didesain menghadap ke atas, sehingga mengurangi resiko masuknya air ke dalam ruang mesin saat melintasi banjir.
Pihak AHM sendiri mengklaim berdasarkan pengujian internal yang dilakukan, didapatkan data konsumsi BBM bebek matik ini yakni 57,3 km/liter. Honda Revo AT dalam tiga pilihan warna, yaitu techno black, techno violet, dan techno red, dengan banderol harga Rp 15,8 juta (On the road DKI Jakarta). Ketiga lineup warna yang ditawarkan tersebut dilengkapi dengan satu model velg, yakni cast wheel.

Yamaha Lexam

Setelah masa rancang yang disebut memakan waktu tujuh tahun, PT. YMKI memperkenalkan moped matik ini pada ajang Jakarta Motorcycle Show pada pertengahan November 2010. Dan pada tanggal 14 Januari lalu bertepatan dengan kedatangan Jorge Lorenzo ke Jakarta, PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia memperkenalkan Yamaha Lexam dengan harga Rp 16,4 juta.
Yamaha Lexam dilengkapi teknologi mesin Yamaha Compact Automatic Transmission (YCAT). Menurut data rilis, pengembangan teknologi ini bertujuan untuk mewujudkan mesin “otomatis” yang lebih nyaman dengan roda besar, tetapi perwujudannya tidak lebih besar dari mesin moped/bebek. Tantangan utama saat pengembangan teknologi ini adalah mengatasi masalah panas yang tinggi, karena gesekan antara “V-Belt” an pully, gear, dan sebagainya. Maka dibuatkan tiga solusi, yakni rancangan konstruksi V-belt terbaru, roda gigi bergerigi khusus, dan merancang sistem pendingin yang sempurna.
Moped matik ini dilengkapi tipe mesin 4-langkah 2-katup SOHC, berpendingin udara, berkapasitas 113,7cc. Mesin ini 8,7-tenaga kuda pada 8.000 rpm dan torsi 8,73 Nm pada 7.000 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda melalui transmisi V-belt Otomatis dan reduksi rantai secondary.
Yamaha Lexam mengusung dimensi panjang 1.920mm, lebar 680mm, dan tinggi 1.075mm, dengan berat isi 110 kg. Untuk kapasitas tangkinya mampu memuat 4,1-liter, sementara bak pelumasnya memuat 1,150-liter. Ukuran ban depan 70/90-17, sementara belakang mengadopsi ukuran 80/90-17. 

Rekomendasi
Perang antara Honda Revo AT versus Yamaha Lexam laksana pertempuran dua rival di arena baru, yakni moped atau bebek matik. Apapun yang Anda pilih dari keduanya menawarkan cita rasa baru. Pasalnya keduanya memang menawarkan warna dan aplikasi teknologi mesin serta transmisi yang memang anyar.
Jika mengacu pada data-data yang sudah ada, khususnya di kelas skutik, tingkat keiritan motor Honda masih sedikit di atas motor Yamaha. Hal ini kemungkinan juga tersirat dari kapasitas tangki Honda Revo AT yang sedikit lebih kecil dengan daya tamping lebih kecil, yakni 3,7-liter. Sementara Yamaha Lexam diberi perangkat tangki dengan kapasitas 4,1-liter.
 Sementara Yamaha umumnya lebih tangguh soal performa. Hal ini terindikasi pula dari kapasitas mesin dari Yamaha Lexam (113cc), serta data output tenaga dan torsi yang dirilis pabrikan (8,7-HP dan 8,73Nm). Sementara Honda Revo AT yang ditopang mesin berkapasitas 109,1cc, dengan output 7,68-HP/8.000 rpm dan torsi 8Nm/5.000 rpm.
(Thanks to PT. Astra Honda Motor dan PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia)

0 komentar:

Posting Komentar